Tempo Dulu Kopi menempati alamat Jl. Noja No. 23, Kesiman Petilan, Denpasar Timur. Warung kopi ini tampil dengan desain tradisional yang dominan menggunakan bambu dan kayu. Menurut unggahan media sosial Tempo Dulu Kopi, lokasi itu kerap dipakai oleh pelajar, mahasiswa, dan pekerja sebagai ruang berkumpul yang tenang dan tidak formal.
Suasana dan desain
Bangunan dan estetika
- Material dan arsitektur
- Bangunan menonjolkan bambu dan kayu sebagai material utama.
- Desain visual mengacu pada gaya tradisional yang memberi nuansa hangat di area duduk.
- Atmosfer ruang
- Unggahan media sosial menggambarkan suasana santai sehingga pengunjung betah berlama-lama.
- Tempat ini diposisikan sebagai ruang untuk ngobrol, berdiskusi, atau mengerjakan tugas.
Fungsi tempat
- Tempat berkumpul
- Profil lokasi menyebutkan bahwa pengunjung datang dari berbagai kalangan: pelajar, mahasiswa, dan pekerja.
- Banyak kelompok memanfaatkan tempat ini untuk bertukar cerita dan berdiskusi.
- Menu dan layanan
- Kopi menjadi menu utama; selain itu warung ini difungsikan sebagai ruang non-formal untuk aktivitas sehari-hari.
- Informasi detail jenis kopi, harga, atau metode penyajian tidak tercantum dalam unggahan yang tersedia dan perlu dikonfirmasi langsung ke pihak warung jika diperlukan.
Lokasi dan jam operasional
- Alamat
- Jl. Noja No. 23, Kesiman Petilan, Denpasar Timur, Bali.
- Jam operasional
- Buka setiap hari pukul 08.00 sampai 23.30 WITA,
- Kondisi lahan dan produktivitas
- Prof. Supriyadi dari UGM menyampaikan bahwa sekitar 75 persen area perkebunan kopi dapat diarahkan untuk peningkatan produktivitas, sedangkan sekitar 10 persen lahan dikategorikan rusak. Pernyataan ini menyorot potensi dan tantangan di sisi produksi kopi di tingkat nasional.
- Jumlah kedai dan proyeksi
- Ada ketidaksesuaian angka terkait jumlah kedai/kafe di Indonesia. Salah satu pernyataan memperkirakan jumlah kedai bisa melebihi 11.000 dalam 1–2 tahun ke depan, sementara cuplikan lain menyebut angka jauh lebih besar hingga ratusan ribu perhitungan Mei 2026. Perbedaan klaim ini menunjukkan variasi metodologi penghitungan antar laporan.
Catatan: angka-angka di atas berasal dari ringkasan data industri dan pernyataan yang tersedia; pembaca yang membutuhkan konfirmasi tarif atau statistik terbaru disarankan mengecek laporan resmi atau kanal komunikasi terkait.
Alasan pengunjung memilih Tempo Dulu Kopi
- Nuansa klasik dan material tradisional
- Desain bambu dan kayu memberi konteks visual yang berbeda dibanding kafe modern di kota.
- Fleksibilitas waktu
- Jam operasional panjang memungkinkan kunjungan pagi hingga malam.
- Fungsi sosial dan produktivitas
- Tempat ini berfungsi ganda sebagai ruang santai dan area kerja/ diskusi bagi kelompok pelajar atau pekerja.
- Aksesibilitas lokal
- Lokasi di Kesiman Petilan membuatnya mudah diakses oleh warga Denpasar Timur dan sekitarnya.
Untuk aspek operasional lain seperti metode pembayaran, mitra pemasok kopi, atau layanan pesan-antar, informasi publik terkait belum tersedia secara lengkap dan perlu verifikasi langsung ke pengelola jika diperlukan.
Kesimpulan
Tempo Dulu Kopi menonjol sebagai warung kopi bernuansa klasik di Kesiman, Denpasar Timur, dengan dominasi material bambu dan kayu serta jam operasional yang panjang. Unggahan media sosial menunjukkan tempat ini kerap menjadi ruang berkumpul pelajar, mahasiswa, dan pekerja untuk ngobrol, belajar, atau bersantai. Dalam konteks industri, data produksi dan ekspor kopi nasional pada periode terakhir menunjukkan kegiatan ekonomi kopi yang aktif, sementara kondisi lahan dan proyeksi jumlah kedai masih menampilkan variasi klaim yang perlu ditelaah lebih lanjut.