Ngelawang Barong Bangkung di Hari Raya Galungan merupakan salah satu tradisi budaya Bali yang masih terus dilestarikan hingga saat ini. Tradisi ini biasanya dilakukan oleh sekaa teruna atau kelompok masyarakat dengan mengarak Barong Bangkung berkeliling desa dari rumah ke rumah saat perayaan Galungan.
Barong Bangkung, yang berbentuk menyerupai babi hutan, memiliki makna simbolis sebagai penjaga dan penolak unsur negatif. Dalam prosesi ngelawang, Barong Bangkung diiringi tabuh sederhana dan antusiasme masyarakat yang menyambut dengan penuh suka cita, sekaligus memohon keselamatan dan kesejahteraan.
Pelaksanaan Ngelawang Barong Bangkung di Hari Raya Galungan tidak hanya menjadi hiburan tradisional, tetapi juga sarana mempererat hubungan sosial antarwarga. Anak-anak hingga orang tua turut terlibat, menciptakan suasana kebersamaan yang hangat di tengah perayaan hari suci Galungan.
Hingga kini, tradisi ini tetap dijaga sebagai bagian dari warisan budaya Bali yang sarat nilai spiritual dan sosial. Ngelawang Barong Bangkung menjadi bukti bahwa kearifan lokal mampu bertahan dan hidup berdampingan dengan perkembangan zaman.