Prosesi Pelebon Cokorda Istri Niti Yadnya yang dilaksanakan di Puri Saren Kangin Delodan menjadi salah satu upacara adat Bali yang sarat makna spiritual dan budaya. Pelebon merupakan rangkaian upacara Pitra Yadnya yang bertujuan mengantarkan roh menuju alam keabadian dengan penuh penghormatan.

Upacara ini tidak hanya menjadi bentuk penghormatan terakhir kepada almarhumah, tetapi juga wujud bakti keluarga besar puri serta masyarakat adat terhadap leluhur dan nilai-nilai tradisi yang diwariskan turun-temurun.


๐Ÿ”ฅ Makna Sakral dalam Prosesi Pelebon

Dalam tradisi Hindu Bali, pelebon melambangkan proses penyucian unsur jasmani agar atma dapat kembali ke asalnya dengan sempurna. Setiap tahapan prosesi dilakukan dengan penuh ketelitian, mulai dari persiapan bade, lembu pelebon, hingga iring-iringan upacara.

Prosesi Pelebon Cokorda Istri Niti Yadnya menjadi cerminan keharmonisan antara manusia, alam, dan spiritualitas. Doa-doa suci, kidung, serta upacara yang menyertainya menghadirkan suasana khidmat dan penuh rasa hormat.


๐Ÿฏ Peran Puri Saren Kangin Delodan

Sebagai pusat kegiatan adat dan budaya, Puri Saren Kangin Delodan memegang peranan penting dalam pelaksanaan upacara ini. Puri menjadi simbol kesinambungan tradisi kerajaan Bali yang hingga kini tetap dijaga dan dilestarikan.

Keterlibatan masyarakat dalam prosesi menunjukkan kuatnya nilai gotong royong dan rasa kebersamaan. Setiap elemen upacara mencerminkan tatanan adat yang masih hidup di tengah masyarakat Bali modern.


๐ŸŒบ Warisan Budaya yang Terus Dijaga

Prosesi pelebon bukan sekadar ritual kematian, melainkan bagian dari identitas budaya Bali. Upacara ini mengajarkan tentang keikhlasan, penghormatan kepada leluhur, serta kesadaran akan siklus kehidupan.

Pelaksanaan Prosesi Pelebon Cokorda Istri Niti Yadnya menjadi pengingat akan pentingnya menjaga tradisi sebagai warisan budaya yang bernilai tinggi dan penuh filosofi.

By netty