Danau Yeh Malet di Karangasem, Bali, kembali menampakkan permukaan airnya setelah menjalani proses normalisasi yang rampung pada pertengahan April 2026. Selama sekitar 27 tahun, danau ini tertutup gulma dan eceng gondok hingga terlihat menyerupai daratan.
Permukaan danau kembali terlihat
Tertutupnya permukaan air oleh tumbuhan liar membuat keberadaan danau tidak lagi tampak seperti sebelumnya. Hamparan gulma dan eceng gondok yang memenuhi area tersebut perlahan mendominasi pemandangan, sehingga danau tampak seperti daratan.
Perubahan mulai terlihat setelah proses normalisasi dilakukan. Pembersihan tumbuhan yang menutupi danau membuka kembali permukaan air dan memperlihatkan kawasan perairan yang selama bertahun-tahun tersembunyi. Proses ini rampung pada pertengahan April 2026.
Kolaborasi TNI dan warga
Pemulihan Danau Yeh Malet dilakukan melalui kerja sama antara TNI dan masyarakat setempat. Keterlibatan warga menjadi bagian penting dalam upaya membersihkan area danau yang telah lama tertutup gulma dan eceng gondok.
Gotong royong tersebut menunjukkan bahwa penanganan lingkungan dapat melibatkan banyak pihak. Upaya bersama membantu menyelesaikan pekerjaan pembersihan, sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap kondisi danau di sekitar masyarakat.
Mata air muncul kembali
Setelah proses normalisasi, mata air di dasar danau kembali muncul dan debit air meningkat secara signifikan. Kembalinya aliran air menjadi perkembangan penting setelah kawasan tersebut lama tertutup vegetasi.
Perubahan ini membuat pemulihan Danau Yeh Malet bukan hanya terlihat pada permukaan yang kembali bersih. Munculnya mata air dan bertambahnya debit air juga menandai perubahan pada kondisi perairan danau. Meski demikian, informasi mengenai besaran peningkatan debit belum disebutkan secara rinci.
Perawatan berkelanjutan tetap diperlukan
Pembersihan danau merupakan langkah awal. Agar permukaan air tetap terbuka, kondisi danau perlu dipantau dan dirawat secara berkelanjutan. Gulma dan eceng gondok dapat kembali tumbuh jika tidak ada perhatian rutin terhadap area perairan.
Pemantauan berkala, kepedulian masyarakat, dan kerja sama antarpihak dapat membantu menjaga hasil normalisasi. Dengan begitu, upaya yang telah dilakukan tidak berhenti pada pembersihan sesaat, tetapi menjadi bagian dari perawatan lingkungan dalam jangka panjang.
Pulihnya Danau Yeh Malet menjadi kabar baik bagi Karangasem. Setelah sekitar 27 tahun tertutup gulma dan eceng gondok, danau ini kini kembali memperlihatkan air dan mata airnya. Perjalanan pemulihan berikutnya adalah menjaga agar kondisi tersebut tetap terawat.