Bali, 9 September 2026 — Aktivitas penerbangan dari dan menuju Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai kembali normal setelah sebelumnya terganggu oleh abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau. Pembukaan operasional diberlakukan sejak dini hari Selasa, 8 September 2026, setelah pihak berwenang menyatakan ruang udara aman.

Berita pemulihan operasional ini berdasarkan pengumuman resmi AirNav Indonesia, pernyataan manajemen Bandara Ngurah Rai, dan laporan maskapai. Dampak sementara terhadap rute-rute utama di kawasan Bali menimbulkan pembatalan selama dua hari yang memengaruhi ratusan penerbangan dan puluhan ribu calon penumpang.

Kronologi gangguan dan pemulihan

  1. Awal gangguan
  • Erupsi Gunung Anak Krakatau pada awal September 2026 menyebarkan abu vulkanik yang menyebabkan penutupan sementara beberapa bandara dan ruang udara di wilayah terdampak.
  • Laporan media internasional menyebutkan dampak nasional: sekitar 170.000 penumpang terdampak dan 1.558 penerbangan tertunda selama periode gangguan.
  1. Pembukaan kembali dari Ngurah Rai
  • AirNav Indonesia menerbitkan tiga NOTAM yang menyatakan pembukaan kembali operasional untuk rute-rute terkait.
  • Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai melakukan koordinasi dengan maskapai dan ground handling untuk memastikan kesiapan pesawat dan jadwal, menurut pernyataan General Manager Nugroho Jati.
  1. Durasi pembatalan di Ngurah Rai
  • Selama periode gangguan di Ngurah Rai terjadi pembatalan selama dua hari. Jumlah terdampak tercatat di angka 108 penerbangan dengan sekitar 13 ribu calon penumpang.

Rute dan jadwal yang dibuka kembali

  1. Waktu pembukaan per rute
  • Penerbangan menuju Soekarno-Hatta (Tangerang) dibuka kembali pada 8 September pukul 00.30 WIB.
  • Penerbangan menuju Halim Perdanakusuma (Jakarta) dibuka kembali pada 8 September pukul 00.40 WIB.
  • Penerbangan menuju Husein Sastranegara (Bandung) dibuka kembali pada 8 September pukul 00.42 WIB.
  1. NOTAM terkait
  • AirNav Indonesia mencatat tiga NOTAM: A3395/26 NOTAMR A3387/26; A3396/26 NOTAMR A3386/26; dan C1123/26 NOTAMR C1116/26, yang menjadi dasar teknis pembukaan kembali operasi di bandara-bandara tujuan.

Maskapai dan penyesuaian operasional

  1. Maskapai yang kembali beroperasi
  • Garuda Indonesia, Citilink, Lion Air, Batik Air, NAM Air, Indonesia AirAsia, dan Pelita Air dilaporkan telah kembali menjalankan penerbangan sesuai jadwal.
  1. Penyesuaian kapasitas
  • Garuda Indonesia menyiapkan penggunaan pesawat berbadan lebih besar untuk beberapa penerbangan menuju Soekarno-Hatta sebagai bagian dari penyesuaian operasional.
  • TransNusa mencatat pembatalan empat penerbangan pada 8 September 2026, menurut data operasional maskapai.

Dampak pada penumpang dan rekomendasi praktis

  1. Jumlah penumpang terdampak
  • Di Bandara Ngurah Rai tercatat sekitar 13.000 calon penumpang terdampak pembatalan selama dua hari, dengan total 108 penerbangan yang dibatalkan.
  1. Rekomendasi bagi calon penumpang
  • Calon penumpang diimbau memeriksa status penerbangan sebelum berangkat ke bandara karena jadwal dapat berubah jika kondisi ruang udara atau operasional berubah.
  • Untuk informasi teknis atau kompensasi, hubungi maskapai yang bersangkutan atau periksa pengumuman resmi bandara.

Langkah teknis dan koordinasi operasi

  1. Peran AirNav Indonesia
  • AirNav Indonesia menerbitkan NOTAM yang menyatakan ruang udara aman dan menjadi dasar operasional bagi maskapai dan bandara.
  1. Koordinasi di Bandara Ngurah Rai
  • Manajemen Bandara Ngurah Rai, menurut pernyataan General Manager Nugroho Jati, melakukan sinkronisasi jadwal dengan maskapai dan petugas ground handling untuk memastikan kesiapan pesawat dan layanan darat.
  1. Aspek yang mungkin perlu divalidasi lebih lanjut
  • Ketersediaan pesawat cadangan atau kapasitas tambahan untuk menampung penumpang dari penerbangan yang dibatalkan kemungkinan menjadi bahan penyesuaian operasional maskapai. Hal ini perlu dicek langsung ke maskapai karena tidak semua detail penjadwalan dipublikasi dalam pengumuman pembukaan kembali.

Kesimpulan

Operasional penerbangan dari dan menuju Bandara Ngurah Rai ke Soekarno-Hatta, Halim Perdanakusuma, dan Husein Sastranegara kembali normal sejak dini hari 8 September 2026 setelah AirNav Indonesia mengeluarkan NOTAM yang menyatakan ruang udara aman. Dampak lokal di Ngurah Rai meliputi 108 pembatalan dan sekitar 13 ribu calon penumpang terdampak; secara nasional gangguan akibat abu Anak Krakatau memengaruhi ratusan ribu penumpang menurut laporan media internasional. Masyarakat diimbau mengikuti informasi resmi bandara dan maskapai sebelum melakukan perjalanan.